Borneo Reborn – Alhamdulillaah, 31 maret 2021 merupakan momen pertama saya mengikuti lomba blog competition yang diadakan Asus melalui panitia Deddy Huang. Lama saya mempersiapkan sumber data yang akan digunakan untuk menjadi ide tulisan di artikel lomba saya, dari foto hingga beberapa ulasan (review) yang berasal dari blog maupun youtube mengenai Asus ZenBook Flip S UX371.

Bagi saya, persiapan sangatlah penting untuk menjadi bahan pertempuran dalam laga lomba. Saya menyadari bahwa persiapan-persiapan untuk mengikuti lomba belum matang.

Berikut analisa terkait 4 hal mengapa saya gagal dalam lomba blog competition Asus ZenBook Flip S UX371?

1. Wawasan terkait produk

Persiapan wawasan produk sangat penting. Semakin dalam saya memahami sebuah produk, maka semakin berpeluang saya mampu menyajikan poin-poin penting dalam sebuah produk. Jika saya hanya mengerti bagian permukaan saja, maka pengalaman untuk berbagi informasi kepada orang lain pasti kabur. Padahal kedalaman pengetahuan akan memberikan kejenihan saat kita berbagi. Saya akui, bahwa pengetahuan mengenai produk Asus ZenBook UX371 masih belum mendalam sehingga wajar saya gagal.

2. Kemampuan menulis

Kemampuan menulis tidak bisa ditolerir kelemahannya. Mengapa? Karena kekuatan sebuah blog adalah di kepenulisannya. Jika tata bahasa maupun strukutur kalimatnya rusak, pasti penyajian dalam ide cerita atau gagasan pun amburadul.

Kepenulisan bukan sekedar menghasilkan paragraf karena adanya beberapa susunan kalimat, akan tetapi kepenulisan terkait ide cerita, alur cerita, tata bahasa, poin-poin tiap paragraf pun harus disajikan. Saya masih lemah dalam hal ini, sehingga wajar gagal diperlombaan Asus ZenBook Flip S UX371.

3. Kemampuan Fotografi

Di zaman digital saat ini, kemampuan fotografi sangat diperlukan. Beberapa konten yang sering kita lihat di instagram, patch, dan blog selalu menampilkan grafis berupa foto. Kita semua tidak mampu untuk mengelak bahwa konten foto sangat diperlukan untuk sebuah blog. Hampir dari semua foto yang saya ikut sertakan dalam lomba blog Asus ZenBook ini minim dengan fotografis yang elegan, sehingga pantas saya gagal.

4. Poin-poin penyajian (presentasi)

Sajian poin yang ditulis pada artikel lomba Asus ZenBook tidak begitu menarik saya ulas. Poin-poin yang tergambar pada judul pun tidak ada tersaji di isi artikel kemarin. Bagi saya ini merupakan tindakan yang fatal. Percuma jika judul begitu bombastis, namun ketika membaca tiap paragraf sama sekali tidak mencerminkan judulnya. Di bagian ini merupakan pekerjaan rumah yang sulit, namun bisa diperbaiki ke depanya.

Selamat kepada pemenang lomba.

Semoga diperlombaan lainnya saya berhasil.

Tunggu saja perjuangan saya.

Terima kasih.

By Singgih Pandu Wicaksono

Penulis bermimpi untuk berhaji dan berumroh bersama keluarga. Menerima jasa review produk. Info kerjasama via email [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *