Borneo Reborn – Alhamdulillaah 10 hari pertama Ramadhan ini saya dan keluarga dapat melalui dengan optimal. Dimulai dari puasa, shalat tarawih, shalat sunah lainnya, membaca quran, hafalan surat, hafalan doa-doa dilakukan secara konsisten.

Sebelumnya, seperti biasa dalam menjalankan apapun, kami sekeluarga selalu menentukan target (goal) yang ingin diraih khususnya di bulan Ramadhan. Apalagi bulan Ramadhan hanya berkisar 29 atau 30 hari setiap tahunnya, sehingga penting sekali kita menentukan target. Sungguh singkat durasi waktu yang dimiliki Ramadhan, dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Bulan Ramadhan memiliki banyak keuntungan salah satunya adalah pahala yang berlipat dibandingkan bulan-bulan lainnya. Maka untuk dapat mendukung dalam pencapaian target, kami sekeluarga merencanakan secara detail.

Istriku pernah bertanya kepada saya, “apa visi keluarga kita mas?” Jawab saya,

“Menjadi keluarga yang berpedoman pada Quran dan Hadist di kehidupan sehari-hari.

My Vision Family

Terus misinya apa mas?

“Keluarga yang membawa perubahan melalui akhlak Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Sallam.

My Mision Family

Berikut target yang kami canangkan khusus di bulan Ramadhan

  1. Saya dan istri mampu menghafal 1 juz pada hari ke 30 bulan Ramadhan.
  2. Saya dan istri mampu menyelesaikan 1 kali khataman Quran pada hari ke 30 bulan Ramadhan.
  3. Anak saya pertama berusia 4 tahun yang bernama Gathan mampu menghafal 30 doa-doa pendek sehari-hari pada hari ke 30 Ramadhan.

Demikian target yang kami canangkan, semoga tercapai di Ramadhan tahun ini. Aamiin.

Setelah kita membahas poin-poin target, maka selanjutnya ditahap perencanaan.

Untuk dipoin 1 terkait hafalan 1 juz, berikut perencanaannya.

  1. Hafalan jumlah ayat yang harus dihafalkan minimal perharinya rata-rata 20 ayat.
  2. Disetorkan ba’da shalat tarawih.
  3. Dilakukan pengecekan oleh pasangan terkait penyebutan huruf dan panjang pendeknya.

Untuk dipoin 2 terkait hafalan khataman, berikut perencanaannya.

  1. Perharinya kami menyelesaikan bacaan quran 1 juz.
  2. Terkhusus untuk istri karena ada masa haidnya, maka bacaannya bisa 2-3 juz perharinya untuk menutupi kekurangan harinya yang dimana dia dilarang untuk membaca quran dengan mushaf.
  3. Saling menyimak bacaan pasangannya setelah ba’da tarawih.

Untuk dipoin 3 terkait hafalan doa-doa, berikut perencanaannya.

  1. Kami sebagai orangtua menyusun jadwal doa-doa pendek untuk Gathan.
  2. Proses hafalannya dibarengi dengan bermain atau pada saat Gathan hendak melakukannya. seperti hendak masuk WC, maka kami wajib mengingatkan Gathan untuk berdoa sebelum masuk WC. Dia kami tuntun untuk mengikuti bacaaan doanya dan tiap saat wajb dilakukan.

Kemudian ditahap yang paling penting adalah pelaksanaan (eksekusi). Ditahapan ini, sebagian orang gagal melaksanakannya. Sebagus apapun target dan sehebat apapun perencanaan, namun tanpa didukung dengan eksekusi/pelaksanaan yang diaplikasikan, maka tidak ada nilainya.

Ditahapan pelaksanaan ini, kami selaku orangtua harus tegas pada diri dan disiplin pada waktu. Komitmen dan konsisten secara harian ini nantinya akan membentuk kebiasaan baik (good habit) di keluarga.

Saya tidak memungkiri bahwa kendala saat pelaksanaan akan muncul, baik dari segi waktu, tenaga, pikiran. Namun jika kita tidak memaksakan diri maka kita tidak akan berubah sedikitpun.

Keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah bukan hanya menjadi impian setiap keluarga manapun. Namun harus diperjuangkan dengan perencanaan yang matang, disiplin eksekusi lebih baik, serta evaluasi berkelanjutan.

Semoga bermanfaat. Mohon doanya agar kami sekeluarga mampu meraih target ini dengan optimal dan menjadi pemenang di 1 Syawal, termasuk keluarga kalian pun demikian. Aamiin.

West Borneo – SPW

By Singgih Pandu Wicaksono

Penulis bermimpi untuk berhaji dan berumroh bersama keluarga. Menerima jasa review produk. Info kerjasama via email [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *