Borneo Reborn – Bulan Ramadhan telah berakhir, suara takbir telah berkumandang yang menandakan telah 1 Syawal. Umat muslim seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan suka cita.

Allahu Akhbar, Allahu Akhbar, Allahu Akhbar…

Selama satu hari umat muslim di dunia mengagungkan kebesaran Allah.

Di sisi lain, bagi saya pribadi ada evaluasi terkait puasa Ramadhan selama satu bulan, yaitu pelaksanaan ibadah dan amalan-amalan ringan. Ada penyesalan dan kesedihan yang saya alami terkait ibadah Ramadhan. Selama satu bulan saya tidak bisa penuh berjamaah sholat wajib dan tarawih. Ada beberapa sebab antara lain hujan di malam hari dan padatnya pekerjaan sehingga untuk berjamaah kadang rekan-rekan masih ada yang bekerja. Hafalan dan tilawah quran pun belum tuntas, banyak sekali kendala yang kami sekeluarga alami. Semua pangkal kesalahan ada di tekad kami sekeluarga yang lemah untuk mencapai impian.

Sebelum kita memulai sesuatu, kita memerlukan impian. Ketika kita bisa membayangkan impian itu indah jika menjadi kenyataan, maka secara otomatis kita muncul semangat. Namun untuk menjaga semua proses itu, kita memerlukan sebuah aplikasi psikologi yaitu tekad. Tekad adalah kemauan atau kehendak yang kuat untuk meraih sesuatu, yang menjaga psikologis kita dari awal hingga akhir agar tidak merasakan lemah mental.

Bagaimana memunculkan tekad? Jawabannya DISIPLIN! Tidak Malas! Menunda kesenangan!

by Singgih Pandu Wicaksono

Kita semua mengerti bahwa ketika mengikuti perlombaan lari maraton, pasti jumlah peserta yang berada di fase pendaftaran banyak, dilanjutkan ke fase berikutnya yakni garis START. Pada kedua fase pendaftaran dan garis start kita akan melihat jumlah peserta yang banyak, namun saat perlombaan telah dimulai, secara bertahap beberapa peserta mulai tertinggal jauh. Jarak antar peserta mulai terhitung dengan rentang detik ataupun menit. Sebelumnya para peserta bisa berdekatan, namun perlahan mulai berjauhan atau berjarak.

Tiba di garis FINISH, kita akan melihat bersama-sama peserta yang muncul mungkin bisa terhitung dengan jari. Kemana peserta yang lainnya? Mungkin karena para pelari kelelahan, ada yang mengalami cedera (sakit), ada yang mengalami kecelakaan antar peserta, dan banyak penyebab lainnya. Seperti itulah sebuah ibadah Ramadhan jika saya menganalogikannya.

Di awal 10 hari pertama Ramadhan banyak orang yang berada di masjid/mushola/surau untuk melaksanakan jamaah shalat wajib dan sunah, banyak orang yang berpuasa dan bertilawah quran tiap hari. Tapi menjelang hari ke 11 hingga akhir Ramadhan mulailah para pejuang ibadah dan amalan-amalan ringan berguguran. Jika berguguran dosa lebih baik, tapi ini mereka hilang dari radar ibadah Ramadhan.

Inilah evaluasi khususnya pada saya dan keluarga terkait aktivitas selama bulan Ramadhan. Masih banyak yang perlu kami perbaiki, khususnya saya sebagai kepala keluarga. Saya hanya berdoa kepada Allah semoga amalan ibadah yang telah kami sekeluarga lakukan diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah.

Ibadah selanjutnya yang akan kami lakukan adalah puasa Syawal (puasa 6 hari) di bulan Syawal. Semoga Allah mudahkan urusan kami. Aamiin.

West Borneo – SPW

By Singgih Pandu Wicaksono

Penulis bermimpi untuk berhaji dan berumroh bersama keluarga. Menerima jasa review produk. Info kerjasama via email [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *