Borneo Reborn – 1 Mei merupakan hari libur nasional yang biasa kita kenal dengan May Day (hari buruh). Sebagian buruh biasanya berkumpul di pusat pemerintahan untuk memperingatinya.

Dihari libur kali ini, saya manfaatkan waktunya untuk belanja keperluan mingguan. Seperti biasa istri saya menyiapkan beberapa catatan yang harus dibeli. Ada janji juga yang harus saya tepati pada Gathan, yaitu memperbaiki sepedanya di bengkel.

Sekitar pukul 7.00 WIB saya berangkat dari rumah menuju pasar. Sebelum sampai di pasar, saya singgah ke bengkel sepeda untuk diperbaiki dan menitipkannya, baru selanjutnya menuju pasar. Sepeda saya titipkan di bengkel karena pastinya pengerjaannya lama. Saya suka mengerjakan sesuatu dengan efektif, sehingga ketika sebelum eksekusi, saya pastinya merencanakan sesuatu dengan matang.

Melihat mana saja rencana yang bisa dikerjakan bersamaan dan perlu waktu lama. Membandingkan mana lokasi atau tempat yang harus dikunjungi terlebih dahulu (prioritas) dan mendesak. Saya selalu berpikir seperti itu, sejak dulu. Tidak tahu pastinya kapan pola pikir itu dimulai, namun yang saya ketahui ini adalah warisan dari kedua orangtua saya.

Untuk belanja mingguan, biasanya saya sendirian. Namun jika di rumah akan mengadakan acara, maka istri saya akan ikut turun gunung ke pasar atau bisa juga ketika ada menu masakan baru yang akan dicoba istri, maka ia turut serta.

Di bulan Ramadhan dengan daftar list belanjaan yang harus dibeli serta harus mengunjungi beberapa toko, sangat menguji nafsu. Apa lagi di pasar. Banyak pengunjung serta penjual yang minum dan makan sepuasnya. Bikin ngiler, aja!

Belanjaan mingguan sudah ada plafond-nya, jadi apabila ada pembelian di luar daftar belanja, maka sang kurir seperti saya harus mengeluarkan biaya pribadi. hiks.

Bukan karena istri kejam, namun memang kesepakatan bersama kami dalam menentukan menu masakan selama satu minggu. Kami hanya keluarga kecil dengan jumlah empat anggota keluarga, jadi harus pandai mengatur menu makanan dan minuman yang sehat dikonsumsi.

Harapannya, jika kami terbiasa mengurus empat anggota keluarga, maka ke depannya dengan menambahnya beberapa anak, tidak akan menjadi masalah. Khususnya keuangan dan penyajian makanan sehatnya.

Alhamdulillaah, daftar list belanjaan tercapai semuanya, termasuk aktivitas seperti memperbaiki sepeda dan service motor pun terlaksana. Semuanya bukan karena kehebatan saya membagi waktu dan membuat perencanaan, namun karena Allah mudahkan segala urusan saya.

Semoga bermanfaat.

West Borneo – SPW

By Singgih Pandu Wicaksono

Penulis bermimpi untuk berhaji dan berumroh bersama keluarga. Menerima jasa review produk. Info kerjasama via email [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *