Borneo RebornAlhamdulillaah, Lebaran tahun 2021 ini kami sekeluarga bisa berkumpul. Sempat di tahun 2020, kami sekeluarga terpisah oleh jarak. Istri dan anak-anak saya berada di Bantul, Yogyakarta, sedangkan saya berada di Pontianak, Kalimantan Barat. Sungguh tahun 2020 menjadi lebaran yang penuh dengan kesepian dan penuh kesedihan. Di awal Ramadhan pun sudah dimulai dengan kesendirian.

Tahun 2021 ini merupakan waktu yang indah bagi kami. Keluarga besar dari pihak orangtua saya bisa berkumpul, dua dari tiga ponakan saya pun datang dari Sidoarjo. Kecuali satu ponakan yang masih balita dan kedua orangtuanya tidak datang dikarenakan mudik lebaran dilarang oleh pemerintah.

Dua keponakan sudah berangkat dari Sidoarjo ke Pontianak sebelum terbit peraturan larangan mudik. Mereka pun sudah memulai sekolah daring (online) di Pontianak. Namun berbeda keadaannya dengan orangtuanya yang tidak bisa menyusul. Akhirnya pun mereka hanya bisa saling berlebaran melalui video call.

Dilebaran tahun ini, kami seperti biasa menyiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk menyambut sanak keluarga, tetangga, dan rekan kerja yang pastinya akan berkunjung ke rumah. Persiapan kue, sajian makanan hingga minuman pun kami siapkan. Sungguh hal yang sering kami tunggu-tunggu setahun sekali.

Sholat Idul Fitri Di Halaman Kantor Gubernur

Malam hari hingga subuh menjelang, hujan turun dengan derasnya. Membasahi seluruh wilayah Kalimantan Barat. Hujan yang diisi dengan keberkahan. Tanda sebuah negeri diberikan keberkahan adalah diberikannya hujan.

Alhamdulillaah, hujan mulai mereda sekitar 5.15 WIB. Sempat kami sekeluarga khawatir tidak bisa melaksanakan sholat Idul Fitri di lapangan. Jam telah menunjukkan pukul 6.30 WIB. Kami pun berangkat menuju Masjid Mujahidin, namun sesampainya di depan kantor Gubernur, kami melihat jamaah sudah ramai di halaman dan terdengar panitia sholat Idul Fitri menjelaskan tata cara sholat. Tanpa pikir panjang, saya langsung membelokkan arah mobil menuju kantor Gubernur.

Dokumentasi Pribadi

Kami bergegas untuk masuk ke jamaah sholat. Sebelum masuk, kami pun diperiksa suhu tubuh dan dicek masker serta diberikan arahan untuk selalu menjaga protokol kesehatan selama sholat Idul Fitri berlangsung.

Tidak lama, kami pun memulai sholat dan selanjutnya mendengarkan khutbah Idul Fitri. Tanpa terasa waktu cepat berlalu, sang Khatib tidak berlama-lama untuk berkhutbah. Kurang lebih 15 menit beliau berkhutbah. Demi pencegahan Covid-19.

Selanjutnya, kami berkunjung ke keluarga sebentar hingga akhirnya pulang ke rumah. Biasanya kami di tahun-tahun sebelumnya bisa berkunjung dari pagi hingga sore hari dan bertamu bisa 8-11 rumah, maka setelah adanya Covid-19 ini, kami memilih untuk lebih menjaga dan membatasi diri berkeliling.

Semoga Allah menjaga kita semuanya dari segala penyakit berbahaya dan Allah berikan kesehatan dan keselamatan pada keluarga kita dan sanak keluarga serta kolega.

Mohon Maaf Lahir Bathin, Taqabballahu Minna Wa Minkum Wa Taqabball Ya Karim.

West Borneo – SPW

By Singgih Pandu Wicaksono

Penulis bermimpi untuk berhaji dan berumroh bersama keluarga. Menerima jasa review produk. Info kerjasama via email [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *