Borneo Reborn – Beberapa hari ini saya mulai membaca satu buah buku dengan konsisten. Kali ini buku yang saya baca berjudul “Atomic Habit”. Sudah lama sekali saya ingin membaca buku ini.

Beberapa orang pernah menyampaikan kalau buku Atomic Habit sangat direkomendasikan untuk orang-orang yang ingin mendapatkan hasil luar biasa melalui perubahan kecil. 25 Maret 2021 akhirnya saya membeli buku ini di Gramedia dengan harga Rp 124.000.

Sampai tulisan blog ini terbit, saya sudah membaca hingga di Bab 6. Saya mulai membaca buku ini sejak 1 April 2021. Jadi rata-rata per hari 1 Bab. Semoga segera selesai di bulan April dan dapat menuliskan pengalaman setelah membacanya.

Sedikit saya membocorkan isi buku Atomic Habit

Buku ini menceritakan tentang pengalaman si penulis, yakni James Clear tentang membentuk Habit atau kebiasaan baru yang baik melalui identitas. Ini adalah terobosan ide penulis yang menarik untuk diterapkan.

Terkait detailnya, insya Allah akan saya tuliskan di artikel selanjutnya.

Mengapa Kebiasaan Membaca Perlu Dijaga?

Kalian pasti bertanya-tanya mengapa kebiasaan membaca perlu dijaga? Alasannya adalah untuk menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan diri.

Dalam hal wawasan, melalui membaca maka tanpa disadari saya mengetahui beberapa hal yang terjadi di luar negeri atau di luar lingkungan saya saat ini tentang hal apapun. Informasi ini bisa diperoleh dari sebuah penelitian atau pengalaman penting penulis. Seperti halnya saya ingin mengetahui beberapa hal, maka saya tidak perlu mengunjungi lokasinya. Cukup dengan membaca saja, maka saya sudah bisa mengetahuinya. Tapi sangat berbeda antara mengetahui dengan mengalaminya ya?!

Bedanya adalah kalau kita hanya membaca, maka kemampuan imajinasinya yang terasah, sedangkan ketika mengunjunginya maka kita dapat merasakan sensasi berada di lokasi tersebut. Ini terkait lokasi, namun banyak lagi manfaat membaca dari segi wawasan.

Dalam hal meningkatkan kemampuan diri, melalui membaca kita dapat memperoleh pembelajaran dari pengalaman orang lain atau si penulisnya. Contohnya kemampuan menulis, semakin banyak buku yang kita baca, maka tanpa disadari kosa kata bertambah dan teknik menulis pun terbentuk dengan baik.

Saya merasakan dampaknya, ketika saya membaca maka ada saja ide untuk menulis dan kalimat-kalimat mulai tersusun dengan rapi. Dulu hari-hari tanpa membaca, ide tidak bermunculan dan teknik menulis pun kacau balau, karena pilihan kata yang dipilih untuk menulis pun terbatas. Kadang kata yang tertampil di artikel adalah kata keseharian. Rusak dah!

Di samping meningkatkan kemampuan diri dalam menulis, ada juga kemampuan lain yang berdampak, yakni berbicara. Melalui membaca juga, kita dapat atau mudah untuk bisa berdiskusi dengan orang lain. Kadang ide diskusi atau isi pembicaraan berasal dari sebuah buku yang kita pernah baca.

Kalian belum percaya?

Coba saja membaca satu buku. Selanjutnya silahkan kalian komentar di blog ini.

Semoga bermanfaat.

West Borneo – SPW

By Singgih Pandu Wicaksono

Penulis bermimpi untuk berhaji dan berumroh bersama keluarga. Menerima jasa review produk. Info kerjasama via email [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *