Borneo Reborn – Alhamdulillaah impian memiliki komputer rakitan menjadi kenyataan. Kurang lebih 15 tahun yang lalu. Semasa kuliah, saya berkeinginan memiliki Personal Computer (PC), namun belum terwujud.

Di tahun 2008 saya membeli laptop pertama, yaitu Toshiba Satellite L45. Saat itu saya berkomunikasi dengan orangtua saya, bahwa untuk menunjang perkuliahan, memerlukan alat bantu berupa laptop. Alhamdulillaah orangtua setuju.

Saya sadari, bahwa harga laptop tidaklah murah. Kala itu, harga laptop Toshiba yang dibeli Rp 5,5 juta. Mungkin sebagian orang merasa biasa saja, namun bagi kami mahal.

Sebagai orangtua yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS), bukan urusan gampang untuk membeli barang yang bernilai jutaan rupiah. Pasti ada pengorbanan, minimal menahan diri dari makan-makanan yang menggugah selera.

Di tulisan kali ini, saya tidak akan membahas mengenai perjalanan hidup saya semasa kuliah, namun lebih pada proses perakitan komputer (Personal Computer).

Tipe saya, jika ingin membeli barang yang nilainya di atas Rp 400.000,- pasti akan berpikir berkali-kali.

Mengapa saya memilih merakit komputer dibandingkan membeli laptop?

Sekitar tahun 2019-2021, saya ingin sekali membeli laptop dari merk Lenovo dengan seri Thinkpad-nya dan Mac Book dengan seri Pro-nya. Kedua laptop ini menjadi idaman saya hingga saat ini. Kesukaan saya dengan seri Thinkpad karena desain carbon yang terlihat solid serta keunikan dari tombol merahnya di tengah-tengah keybord, sedangkan kesukaan saya dengan MacBook Pro adalah dari kesan mewahnya.

Kedua laptop ini pernah saya coba, dan ternyata memang nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Sangat pas bagi kita yang sering melakukan pekerjaan pengetikan.

Rakit komputer butuh kesabaran dalam belajar. Saya yang bukan berlatang belakang dari teknologi, harus lebih berhati-hati menentukan spesifikasi. Namun, ternyata mudah juga. jika kita memang sudah mengetahuo kebutuhan komputer untuk sehari-hari.

Ditambah lagi dibantu oleh orang yang berpengalaman dibidang perakitan komputer, terutama gaming mode.

Memang betul, kita sangat membutuhkan orang lain, terutama yang memang paham. Jika kita memilih merakit komputer dan hanya mencoba-coba saja, maka kita akan sulit merakit komputer. Diproses merakit komputer saja, saya lebih banyak bertanya terkait spesifikasi dengan sahabat saya.

Sahabat saya pun mengarahkan bagaimana saya harus membeli komponen-komponen pendukung yang memang saya butuhkan. Terutama pertimbangan utama diongkosnya. Saya tidak memungkiri betul, terkait budget, saya fokus sekali pada hal itu. Semua yang saya keluarkan harus efektif dan efisien, serta memastikan bahwa komponen itu yang dibutuhkan.

Saya sampaikan ke sahabat dengan sangat detail. Komputer ini akan saya gunakan untuk streaming, gaming, dan editing. Akhirnya, keahliannya dalam mencari barang pun dikeluarkan. Proses perakitan pun membutuhkan 2 minggu. Sebenarnya merakit hanya 30 menit saja, tapi yang lama adalah mendatangkan barangnya ke rumah saya.

Lebih banyak, kami membeli melalui Tokopedia. Tapi ada dua komponen yang saya beli melalui offline, yaitu Casing dan UPS.

Sementara itu dulu cerita saya terkait rakit PC. Insya Allah saya lanjutkan ditulisan berikutnya.

By Singgih Pandu Wicaksono

Penulis bermimpi untuk berhaji dan berumroh bersama keluarga. Menerima jasa review produk. Info kerjasama via email [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *